Mari berpuisi, katamu
Sedang aku sibuk memilah
Helaian kata yang berdesakan 
dalam memori otak bebalku
yang sudah sedikit berkarat pada tepinya

Mari berpuisi, ajakmu
Sedang aku sibuk memungut
pucuk-pucuk gugur dari derai ucap mereka
para penjanji dan petinggi
yang faktanya cuma ilusi

Mari berpuisi, selamu
Sedang mereka sibuk berkoar
Ada agama yang dinistakan
Ada janji kedok politik
Ada juga para pengkritik tanpa otak
Juga penjual kamus 'janji mulus akal bulus'

Mari berpuisi, ungkapmu
Aku lebih baik meringkuk dibalik selimut 
Sambil membuka dan menikmati buku lama,
mencecap secangkir teh tubruk buatan ibuku. (Vin)
.
.
Maaf Pak, doaku dari seberang sini. Namun Allah tak pernah terlalu jauh untuk ditemukan dalam doa. Pak Ahok, Tuhan Yesus bersama Anda.

Comments